001

Membuat ER Menggunakan Sybase Power Designer 16.5

>
Sebelum kita memulai membuat entity relationship diagram, dan database menggunakan Sybase PowerDesigner 16.5, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan Sybase PowerDesigner 16.5. Sybase PowerDesigner merupakan tool pemodelan yang dikeluarkan oleh Sybase untuk membangun sebuah sistem informasi yang cepat, terstruktur dan efektif.

Pada tutorial ini kita akan mencoba menggunakan Power Designer untuk melakukan pemodelan data (data modeling) untuk kemudian akan kita gunakan untuk melakukan perancangan basis data. Secara sederhana, untuk melakukan pemodelan data pada PowerDesigner, kita harus memulainya pada level Conceptual Data Model, dimana pemodelan data dilakukan dengan menggunakan metode Entity Relationship Diagram. Pada CDM, tipe data yang dipergunakan bersifat general, dan tidak spesifik terhadap suatu database tertentu.

Tahap kedua adalah membuat Physical Data Model (PDM), PDM merupakan bentuk spesifik dari CDM yang telah kita bangun. PowerDesigner memiliki banyak dukungan target database, sehingga kita tidak perlu bingung mengenai tipe – tipe data yang dipergunakan, karena PowerDesigner akan menyesuaikan seperti pada tipe data yang kita definisikan sebelumnya pada tahap CDM.

Tahap terakhir adalah mengenerate script Data Definition Language (DDL) dari PDM yang telah dibuat. Melalui DDL inilah kita dapat men-generate objek – objek database (table, trigger, view, procedure) sehingga kemudian DDL script ini dapat kita eksekusi ke software database lain seperti Oracle atau MySQL, atau dapat juga kita buat koneksi dan mengeksekusinya langsung via PowerDesigner.

Marilah kita memulai tutorial ini. Langkah pertama adalah kita jalankan aplikasi Sybase PowerDesigner 16.5 hingga muncul tampilan seperti di bawah ini.

001

Kemudian pada menu “Getting started:” kita pilih “Create Model…” lalu di “Category:” pilih “Information” dan “Category items:” pilih “Conceptual Data”. “Model name:” ganti dengan “Database Penjualan” karena pada latihan ini (ceritanya) kita akan belajar membuat database penjualan sebuah warung, kemudian klik “Ok” dan kita siap untuk memulai proses pembuatan Conceptual Data Model.

002

003

Pada “Notation” pilih “Entity/Relationship” kemudian uncheck “Unique code” pada “Data Item” klik “Ok” dan “Yes” pada confirmation box. Selanjutnya kita pilih/klik icon “Entity” di dalam “Toolbox”, lalu klik sebanyak 6 (enam) kali di dalam workspace untuk menciptakan enam buah entitas (entity).

0042

Klik “Pointer” di dalam “Toolbox” kemudian double-klik “Entity_1”. Kita akan mengedit properti pada “Entity_1”. Setelah jendela “Entity Properties” terbuka, klik tab “General” ubah Nama “Entity_1” menjadi “jenis_produk”.

0051

Selanjutnya klik tab “Attributes”. Di sini kita akan membuat atribut-atribut pada entitas “Pengguna”. Masukkan secara berturut-turut “jenis_produk_id”, “nama”, “keterangan” pada kolom “Name”.

006

Ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengisi kolom “Data Type”. Cara pertama adalah dengan mengisi langsung pada kolom tersebut dan cara kedua adalah menggunakan “Domains”. Keunggulan menggunakan “Domains” untuk mengisi tipe data/data type adalah kita dapat dengan mudah mengubah seluruh tipe data untuk beberapa atribut yang memiliki nama yang sama jika suatu saat terjadi perubahan tipe data ataupun pada “Length” tipe data tersebut.

Untuk dapat menggunakan “Domains” kita perlu mendefinisikan “data type” dan “length” pada daftar domain/list of domains. Klik menu “Model” lalu pilih “Domains…” hingga muncul “List of Domains”.

0071

Isikan secara berurutan “alamat”, “email”, “nama”, “nomor_hp”, “nomor_telepon” dan “tanggal” pada kolom “Name”. kemudian klik kolom “Data Type” di baris pertama (tepat pada baris berisi “alamat”), lalu klik icon “…” hingga muncul jendela “Standard Data Types” kemudian pilih tipe data “Variable characters”. Untuk kolom “Length” isi dengan angka 150 (seratus lima puluh), klik “ok”.

008

Lakukan cara yang sama untuk mengisi “Data Type” dan “Length” pada baris “email”, “nama”, “nomor_hp”, “nomor_telepon” dan “tanggal” dengan nilai secara berurutan sebagai berikut: Variable character(50); Variable character(100); Variable character(20); Variable character(20); Date.

Setelah selesai membuat list domain, klik “Apply” kemudian “Ok” untuk menutup jendela “List of Domains” maka kita telah selesai membuat list domain. Selanjutnya adalah kita akan kembali mengisi “Data Type”, di “Entity Properties – jenis_produk” klik kolom “Domain” pilih domain “nama” untuk atribut “nama”, untuk “jenis_produk_id” dan “keterangan”, karena data type-nya tidak kita definisikan dalam “List of Domains” maka data type dan length-nya perlu kita isikan secara manual. Untuk atribut “jenis_produk_id” pilih data type “Integer” sedangkan untuk atribut “keterangan” pilih data type “Variable character” dengan length “200”. Jangan lupa beri tanda checklist (centang) pada kolom “P” (Primary Identifier) di baris “jenis_produk_id” untuk menjadikan “jenis_produk_id” sebagai primary key.

009

Setelah selesai, klik “Apply” lalu “Ok” maka pada “workspace” akan terlihat seperti gambar di bawah.

0101

Paradigma Rekayasa Perangkat Lunak

Dalam Posting kali ini Saya akan sharing “Paradigma dalam Rekayasa Perangkat Lunak”.

System Development Life Cycle (SDLC)

Adalah proses pengembangan dimana keseluruhan proses pengembangan sistem dilakukan melalui proses multi-langkah dari investigasi persyaratan awal melalui analisis, desain, implementasi dan pemeliharaan (sumber: Russel Kay, Computer World).
SDLC terdiri dari beberapa jenis model antara lain model Waterfall, Fountain, dan Spiral.

a.Waterfall model
Metode yang digunakan penulis dalam mengembangkan sistem informasi menggunakan Metode the Classic Life Cycle atau pada umumnya dikatakan paradigma waterfall. Pada metode ini terdapat 5 (lima) tahap untuk mengembangkan suatu perangkat lunak yaitu Analisis, Design, Coding, Testing, Maintenance. Dimana konsep dari metode ini adalah melihat suatu masalah secara sistematis dan terstruktur dari atas ke bawah.

Tahap-tahap pengembangan perangkat lunak metode waterfall dapat dilihat sebagai berikut :

Perangkat lunak waterfall model

    Berikut ini akan diuraikan tahap-tahap pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan metode waterfall, yaitu :

    1. Analisis adalah tahap menganalisa hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan atau pengembangan software. Dalam hal ini analisis yang dilakukan dengan menganalisa dokumen-dokumen yang digunakan dalam pelayanan pembayaran kredit pensiun dan prosedur pelaksanaan pelayanan pembayaran kredit pensiun.
    2. Design adalah tahap penterjemah dari keperluan-keperluan yang dianalisis dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti oleh pemakai.yaitu dengan cara menampilkan ke dalam Diagram kontek, Data flow Diagram (Diagram Aliran Data), Entity Reationship, Diagram. Struktur tabel, dan Struktur menu.
    3. Coding adalah tahap penterjemah data/pemecahan masalah software yang telah dirancang dalam bahasa pemograman yang telah ditentukan dan digunakan dalam pembuatan sistem menggunakan software development tool Borland Delphi 7.0 dan SQL server 2000 Database.
    4. Testing adalah tahap pengujian terhadap program yang telah dibuat. Pengujian ini dimulai dengan membuat suatu uji kasus untuk setiap fungsi pada perangkat lunak untuk Sistem Informasi prosedur pelayanan pembayaran kredit pensiun kemudian dilanjutkan dengan pengujian terhadap modul-modul dan terakhir pada tampilan antar muka untuk memastikan tidak ada kesalahan dan semua berjalan dengan baik dan input yang diberikan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.
    5. Maintenance adalah perangkat lunak yang telah dibuat dapat mengalami perubahan sesuai permintaan pemakai. Pemeliharaan dapat dilakukan jika ada permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai ataupun adanya pertumbuhan dan perkembangan baik perangkat lunak maupun perangkat keras.

    Metode pengetesan:

    1. Black box testing  Black box testing memperlakukan pengujian perangkat lunak sebagai “kotak hitam” – tanpa pengetahuan tentang pelaksanaan internal.
    2. White box testing White box testing adalah ketika penguji memiliki akses ke struktur data internal dan algoritma termasuk source code.

    b.Spiral Model
    Spiral, yaitu suatu model proses software yang merangkai sifat iteratif dari prototipe dengan mengendalikan aspek sistematis. Model ini mengembangkan software yang telah dibuat. Model spiral dibagi menjadi sejumlah aktifitas kerangka kerja, disebut juga wilayah tugas, di antara tiga sampai enam wilayah tugas, yaitu :

    1. Komunikasi Pelanggan: yaitu identifikasi kebutuhan pelanggan.
    2. Perencanaan: yaitu wilayah yang bertugas untuk mengembangkan kebutuhan-kebutuhan. pelanggan, mencari sumber daya yang tepat serta membuat metode pengerjaan dan mencari informasi yang relevan.
    3. Analisis Risiko: yaitu bagian yang mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang muncul dari pengembangan ini.
    4. Perekayasaan: membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut.
    5. Konstruksi dan peluncuran: yaitu wilayah yang melingkupi tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang (instal) dan memberikan pelayanan kepada pemakai (contohnya pelatihan dan dokumentasi).
    6. Evaluasi pelanggan: yaitu wilayah yang melingkupi tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengevaluasi hasil dari sebuah software dan mengetahui apakah software tersebut mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dan sesuai dengan tujuan.

    Rapid Application Development (RAD)
    Tahapan keseluruhan
    Dengan berdasarkan pada tahapantahapan tersebut di atas maka proses utama pengembangan suatu sistem dengan menggunakan metode RAD adalah sebagai berikut :

    1. Pengembang membuat prototype berdasarkan kebutuhan-kebutuhan.
    2. Desainer melakukan penilaian terhadap prototype.
    3. User melakukan uji coba pada prototype dan memberikan masukan mengenai kebutuhan-kebutuhan yang kurang.
    4. User dan developer melakukan pertemuan untuk memberikan penilaian terhadap produk secara bersama-sama, menyesuaikan kebutuhan serta memberikan komentar apabila diperlukan perubahan.

    Semua kebutuhan akan sistem dan perubahan-perubahan yang terjadi dilakukan proses “timeboxed” dengan mempunyai 2 kemungkinan :

    1. Perubahan yang tidak dapat ditampung seperti yang sudah direncanakan harus dihilangkan.
    2. Jika diperlukan, kebutuhan-kebutuhan yang bersifat sekunder ditiadakan.

    Prototyping
    Paradigma dari metode prototyping adalah sistem informasi yang menggambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang.
    Prototipe sistem informasi bukanlah merupakan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang harus dimodifikasi kembali, dikembangkan, ditambahkan atau digabungkan dengan sistem informasi yang lain bila perlu.
    Ada empat langkah yang menjadi karakteristik metode prototyping yaitu :

    1. Pemilahan fungsi
    2. Mengacu pada pemilahan fungsi yang harus ditampilkan oleh prototyping.
    3. Pemilahan harus selalu dilakukan berdasarkan pada tugas-tugas yang relevan yang sesuai dengan contoh kasus yang akan diperagakan.
    4. Penyusunan Sistem Informasi Bertujuan untuk memenuhi permintaan akan tersedianya prototype.
    5. Evaluasi.
    6. Penggunaan Selanjutnya.

    Terima Kasih

    Sumber : http://blog.uad.ac.id/aminudin/2014/02/05/paradigma-rekayasa-perangkat-lunak/

Selamat Menulis

Selamat Datang di Dunia Blog, dan selamat menulis…

Pengelola blog kembali mengingatkan akan peraturan pemakaian Blog Universitas Widyatama Bandung adalah sebagai berikut :

  1. Blog ini merupakan milik Universitas Widyatama termasuk didalamnya seluruh sub domain yang digunakan sehingga apa yang terdapat didalam blog ini secara umum akan mengikuti aturan dan kode etik yang ada di Universitas Widyatama Bandung.
  2. Blog ini dibuat dengan menggunakan aplikasi pihak ke tiga (WordPress), dan lisensi plugin plugin didalamnya terikat terhadap developer pembuat plugin tersebut.
  3. Blog ini dapat digunakan oleh Karyawan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung.
  4. Dilarang melakukan registrasi username atau site/subdomain blog dengan menggunakan kata yang tidak pantas.
  5. Dilarang memasukkan konten dengan unsur SARA, pornografi, pelecehan terhadap seseorang ataupun sebuah institusi.
  6. Dilarang menggunakan blog ini untuk melakukan transaksi elektronik dan pemasangan iklan.
  7. Usahakan sebisa mungkin untuk melakukan embed video atau gambar di bandingkan dengan melakukan upload secara langsung pada server.
  8. Pelanggaran yang dilakukan akan dikenakan sanksi penutupan blog dan atau sanksi yang berlaku pada aturan Universitas Widyatama sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  9. Administrator berhak melakukan pembekuan account tanpa pemberitahuan terlebih dahulu jika dianggap ada hal hal yang melanggar peraturan.
  10. Aturan yang ada dapat berubah sewaktu waktu.

Beberapa Link terkait Universitas Widyatama

  1. Fakultas Ekonomi - http://ekonomi.widyatama.ac.id
  2. Fakultas Bisnis & Manajemen – http://manajemen.widyatama.ac.id
  3. Fakultas Teknik – http://teknik.widyatama.ac.id
  4. Fakultas Desain Komunikasi Visual – http://dkv.widyatama.ac.id
  5. Fakultas Bahasa – http://bahasa.widyatama.ac.id

Layanan Digital Universitas Widyatama

  1. Biro Akademik – http://akademik.widyatama.ac.id
  2. Rooster Kuliah – http://rooster.widyatama.ac.id
  3. Portal Mahasiswa – http://mhs.widyatama.ac.id
  4. Portal Dosen – http://dosen.widyatama.ac.id
  5. Digital Library – http://dlib.widyatama.ac.id
  6. eLearning Portal – http://learn.widyatama.ac.id
  7. Dspace Repository – http://repository.widyatama.ac.id
  8. Blog Civitas UTama – http://blog.widyatama.ac.id
  9. Email – http://email.widyatama.ac.id
  10. Penerimaan Mahasiswa Baru – http://pmb.widyatama.ac.id/online

Partner UTama

  1. Putra International College – http://www.iputra.edu.my
  2. Troy University – http://www.troy.edu
  3. Aix Marsielle Universite – http://www.univ-amu.fr
  4. IAU – http://www.iau-aiu.net/content/institutions#Indonesia
  5. TUV – http://www.certipedia.com/quality_marks/9105018530?locale=en
  6. Microsoft – https://mspartner.microsoft.com/en/id/Pages/index.aspx
  7. Cisco – http://www.cisco.com/web/ID/index.html
  8. SAP – http://www.sap.com/asia/index.epx
  9. SEAAIR – http://www.seaair.au.edu

Academic Research Publication

  1. Microsoft Academic  -  http://academic.research.microsoft.com/Organization/19057/universitas-widyatama?query=universitas%20widyatama
  2. Google Scholar – http://scholar.google.com/scholar?hl=en&q=Universitas+Widyatama&btnG=

Info Web Rangking

  1. Webometric – http://www.webometrics.info/en/detalles/widyatama.ac.id
  2. 4ICU – http://www.4icu.org/reviews/10219.html